Faktor Penyebab dan Ciri Ciri Penyakit Atresia Bilier

Faktor Penyebab dan Ciri Ciri Penyakit Atresia Bilier,- Selamat datang di situs informasi kesehatan, pada kesempatan kali ini kami akan memberikan penjelasan mengenai salah satu penyakit yaitu Atresia Bilier. Simak informasinya lebih lanjut ..

Faktor Penyebab dan Ciri Ciri Penyakit Atresia Bilier

Faktor Penyebab dan Ciri Ciri Penyakit Atresia Bilier

Atresia Bilier merupakan suatu kondisi adanya bawaan koginital pada bayi yaitu adanya penyumbatan di saluran tuba yang membawa saluran empedu dari hati ke kantung empedu. Penyakit ini biasanya dialami oleh bayi yang baru lahir. Tetapi terkadang baru disadari setelah beberapa bulan. Perbandingan bayi yang bisa terkena penyakit ini adalah 1 : 10000 dari 2 : 1 bagi penderita bayi perempuan dan bayi laki laki. Biasanya lebih sering menyerang bayi perempuan.

Kondisi penyumbatan di saluran empedu, meliputi saluran empedu pada hati (duktus hepatikus) adalah saluran yang membawa cairan empedu dari hati ke kantong empedu lalu disimpan dan ke usus kecil untuk digunakan dalam pencernaan. Cairan empedu adalah cairan yang dihasilkan hati untuk 2 fungsi yaitu : membawa racun dan produk sisa keluar tubuh dan membantu pencernaan lemak dan penyerapan vitamin larut lemak A, D, E, dan K. Saat duktus empedu tersumbat, cairan empedu ini bisa meningkat di hati dan menyebabkan kerusakan hati. Inilah yang membuat hati sulit membuang racun dalam tubuh.

Tanda-Tanda dan Gejala Atresia Bilier

Gejala awal dari penyakit ini adalah sakit kuning dan mata kuning. Sakit kuning bisa sulit terdetksi. Umumnya bayi lahir dengan sakit kuning ringan pada 1-2 minggu pertama dan hilang dari 2-3 minggu. Meski begitu, pada anak yang terkena atresia bilier sakit kuningnya bisa bertambah parah.

Ada Pula Gejala Lain Yaitu :

  • Urin berwarna gelap seperti teh
  • BAB berwarna abu-abu atau putih seperti dempul
  • Pertumbuhan lambat

Faktor Penyebab Terjadinya Atresia Bilier

Atresia Bilier sendiri disebabkan karena beberapa hal, tetapi belum ada yang terbukti PASTI. Atresia Bilier ini bukan penyakit genetik, artinya penyakit ini tidak dapat ditularkan orangtua ke anak. Selain itu orang yang menderita penyakit ini tidak beresiko memberikan penyakit ini pada anaknya.

Atresia Bilier bisa terjadi dengan kemungkinan adanya kejadian di rahim atau di sekitar waktu kelahiran. Pemicu yang memungkinkan terjadinya atresia bilier adalah :

  • Infeksi virus dan bakteri setelah lahir (Cytomegalovirus, Retrovirus atau Rotavirus)
  • Masalah pada sistem imun, seperti saat sistem imun menyerang hati atau saluran empedu tanpa alasan
  • Mutasi genetik yang membuat perubahan permanen pada struktur genetik
  • Masalah saat perkembangan hati dan saluran empedu di dalam rahim

Faktor Faktor Resiko :

  • Terkena infeksi virus dan bakteri setelah lahir
  • Memilliki kelainan autoimun yang menyerang hati atau saluran empedu
  • Terjadinya mutasi genetik
  • Defek kongenital hati dan saluran empedu
  • Paparan pada substansi bahaya

Pengobatan Penderita Atresia Bilier 

Atresia Bilier biasanya bisa ditangani dengan prosedur berikut ini :

Prosedur Kasai

Prosedur ini adalah terapi awal untuk atresia bilier. Dokter bedah akan mengangkat saluran empedu yang tersumbat pada bayi dan mengambil usus untuk menggantinya. Lalu cairan empedu tersebut bisa langsung mengalir ke dalam usus kecil. Pada operasi yang berhasil, pasien bisa memiliki kesehatan yang baik dan tidak mengalami masalah hati.

Jika operasi gagal, maka anak membutuhkan transpalantasi hati dalam 1-2 tahun. Walaupun setelah terapi berhasil, kebanyakan anak bisa beresiko sirosis bilier obstruktif saat dewasa. Jadi, anak perlu dikontrol secara teratur untuk memonitor aktivitas hati.

Transplantasi Hati

Perkembangan dan kemajuan di operasi transplantasi meningkatkan kesediaan dan pemakain hati dalam transplantasi yang efisien pada anak. Sebelumnya, transplantasi hati ini hanya dilakukan jika hati tersedia dari donor yang cocok, dari anak kecil yang sudah meninggal. Sekarang dengan operasi yang lebhi maju, dokter bedah bisa melakukan transplantasi hati orang dewasa untuk anak kecil. Hal ini dinamakan pengecilan atau transplantasi split liver.

Apa Saja Hal Yang Harus Dilakukan Untuk Mengatasi Atresia Bilier ?

Inilah hal hal yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu mengatasi atresia bilier :

Bayi dengan atresia bilier biasanya bisa kekurangan nutrisi dan membutuhkan diet khusus, seiring mereka bertambah usia. Anak saat membutuhkan kalori lebih dalam diet hariannya. Anak dengan atresia bilier ini pun bisa mengalami kesulitan dalam mencerna lemak yang selanjutnya bisa mengakibatkan kekurangan vitamin dan protin. Vitamin tambahan dan penambahan minyak ikan bisa diberikan pada makanan bayi.

Setelah melakukan transplantasi hati, kebanyakan anak bisa makan dengan normal. Tetapi harus selalu konsultasi pada dokter mengenai diet terbaik anak anda.

Terimakasih Telah Mengunjungi Artikel Kami, Semoga Bisa Bermanfaat Untuk Anda Semuanya 🙂 Salam Sehat !

Related Post :

Baca Juga : 

By Obat Herbal Toko Acep

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *